Archive

Archive for April, 2012

Batuan Metamorf

26/04/2012 1 comment

Pada dasarnya lithosfer tersusun oleh tiga macam material utama batuan, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Batuan beku dan sedimen dibentuk akibat interaksi dari proses kimia, fisika, biologi dan kondisi-kondisinya di dalam bumi serta di permukaannya. Bumi merupakan sistim yang dinamis, sehingga pada saat pembentukannya, batuan-batuan mungkin mengalami keadaan yang baru dari kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan perubahan yang luas di dalam tekstur dan mineraloginya. Perubahan-perubahan tersebut terjadi pada tekanan dan temperatur di atas diagenesa dan di bawah pelelehan, maka akan menunjukkan sebagai proses metamorfisme.

Pengertian Batuan Metamorf

Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk dari proses metamorfisme batuan-batuan sebelumnya, protolith yang berarti “perubahan bentuk” karena perubahan temperatur dan tekanan. Protolith dapat berupa batuan sedimen, batuan beku, atau batuan metamorf lain yang lebih tua. Metamorfisme terjadi pada keadaan padat (padat ke padat) meliputi proses kristalisasi, reorientasi dan pembentukan mineral-mineral baru serta terjadi dalam lingkungan yang sama sekali berbeda dengan lingkungan batuan asalnya terbentuk. Proses metamorfisme tersebut terjadi di dalam bumi pada kedalaman lebih kurang 3 km – 20 km. Winkler (1989) menyatakan bahwasannya proses-proses metamorfisme itu mengubah mineral-mineral suatu batuan pada fase padat karena pengaruh atau respons terhadap kondisi fisika dan kimia di dalam kerak bumi yang berbeda dengan kondisi sebelumnya. Proses-proses tersebut tidak termasuk pelapukan dan diagenesa. Pendekatan umum untuk mengambarkan batas antara diagenesa dan metamorfisme adalah menentukan batas terbawah dari metamorfisme sebagai kenampakan pertama dari mineral yang tidak terbentuk secara normal di dalam sedimen-sedimen permukaan, seperti epidot dan muskovit. Walaupun hal ini dapat dihasilkan dalam batas yang lebih basah. Sebagai contoh, metamorfisme shale yang menyebabkan reaksi kaolinit dengan konstituen lain untuk menghasilkan muskovit. Bagaimanapun juga, eksperimen-eksperimen telah menunjukkan bahwa reaksi ini tidak menempati pada temperatur tertentu tetapi terjadi antara 200°C – 350°C yang tergantung pada pH dan kandungan potasium dari material-material disekitarnya. Read more…

Bulan Sejuta Aksi

22/04/2012 1 comment

Bulan april dapat dikatakan sebagai bulan sejuta aksi. Di bulan ini manusia akan berbondong-bondong melakukan berbagai macam kegiatan demi memperingati hari yang dianggap paling bersejarah dan dapat membangkitkan semangat dan kesadaran bagi generasi muda maupun tua. Khususnya di Negara saya yaitu Indonesia, nantinya akan diperingati dua hari besar yang kebetulan atau tidak terjadi hampir sacara bersamaan. Di republik tempat saya dilahirkan dan berpijak hingga saat ini, mempunyai berbagai macam aksi kegiatan dalam peringatan hari besar tersebut.

Kemarin tepatnya tanggal 21 April, di Indonesia diperingati sebagai hari Kartini atau hari emansipasi wanita. Kedengarannya tidak akan asing lagi bagi warga Indonesia bila sudah bertepatan dengan tanggal 21 April. Dari kalangan PAUD (pendidikan anak usia dini) hingga Sekolah Menengah Atas, akan berlomba-lomba mengadakan kegiatan guna mengenang jasa-jasa R.A. Kartini. Terutama bagi kaum hawa, mereka akan memperingati hari lahirnya R.A. Kartini biasanya dengan memakai busana adat jawa atau baju kebaya, serta memakai sanggul seperti yang dikenakan Kartini semasa hidupnya. Semua itu mereka lakukan untuk mengenang jasa-jasa R.A Kartini sebagai tokoh wanita yang memperjuangkan emansipasi wanita atau kesetaraan hak dengan kaum pria. Karena menurut sejarahnya, para wanita zaman dahulu belum mempunyai kebebasan dalam mengemukakan pendapat dan kebebasan dalam bekerja. Dengan lahirnya R.A Kartini sekaligus lahirnya pemikiran yang cemerlang dari beliau dalam menentukan nasib perempuan di  masa depan, maka perjuangan beliau perlu dikenang dan diabadikan.

Disamping hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, penduduk Indonesia juga masih mempunyai hari peringatan lainnya yang bertepatan pada bulan April yaitu hari Bumi. Namun sayangnya hanya sedikit penduduk di Indonsia  yang tahu dan mengerti tentang hari Bumi tersebut. Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April sebenarnya tidak hanya digelar di Indonesia. Peringatan hari Bumi juga diperingati oleh masyarakat internasional. Read more…

Continental Drift Theory (Teori Apung Benua) Wegener

Tulisan saya ini masih berkaitan dengan film Journey to the center of the earth, saat diawal film Trevor yang bekerja sebagai dosen memberikan materi kuliah tentang continental drift kepada mahasiswanya. Namun mahasiswanya kurang simpatik terhadap materi tersebut, dan Trevor kelihatan kelelahan karena pelajarannya kurang menggema di pikiran mahasiswanya. Ada kata-kata menarik saat Trevor menerangkan materi itu kepada para mahasiswa yang hadir disana. Trevor mengatakan “walaupun Wegener pernah dilok-olok oleh komunitas ilmuwan, dia tampaknya benar dalam teorinya tentang benua yang disebut dengan Pangea”. Melihat dari kata-kata itu, tentunya kita mengerti bila kita akan membicarakan tentang bumi pastinya kita juga harus mengetehui tentang teori tersebut. Teori Kontinental Drift memang sempat diragukan oleh para ilmuwan pada zamannya, disaat teori itu baru pertama kali mengemuka. Tentunya kita juga harus tahu bahwa teori continental drift dikemukakan oleh Alfred Wegener tahun 1912 dan dikembangkan lagi pada bukunya yang berjudul “The Origin of Continents and Oceans” yang terbit pada tahun 1915. Seperti mencocokkan sebuah model permainan jigsaw, bahwa benua pada awalnya saling berkaitan atau menyatu satu sama lain. Dan dapat dilihat dengan melihat setiap peta dunia. Gambar dibawah ini akan menunjukkan bahwa benua Afrika dan Amerika Selatan dulunya pernah bergabung. Read more…

Alasan sering terjadinya Gempa Bumi di Indonesia

14/04/2012 7 comments

Indonesia kembali dikejutkan oleh terjadinya gempa bumi Aceh pada 11 April 2012 lalu, yang dikawatirkan akan disusulnya tsunami seperti pada tahun 2004 silam. Karena gempa bumi yang terjadi pada hari Rabu itu berkekuatan cukup besar yaitu 8,5 SR. Banyak orang yang beranggapan bahwa sering terjadinya gempa di Aceh karena bentuk hukuman dari sang pencipta. Masyarakat Aceh tentunya tidak mau dikatakan demikian, karena mereka sendiri pada dasarnya masyarakat yang taat pada ajaran agama. Memang kondisi di Aceh kadang sering bergejolak karena masalah politik yang tak kunjung usai. Namun bukan berati semua warga disana sedang dikutuk oleh Tuhan dengan timbulnya berbagai bencana. Tentunya bila kita ketahui asal muasalnya memang tidak demikian. Karena peristiwa ini murni dari tumbukkan lempeng tektonik yang memang tidak dapat dihindari, dan merupakan sebagai proses secara alami. Seperti telah diketahui bahwa Bumi ini terdiri dari lempengan-lempengan dinamis yang selalu bergerak. Akibat gerakannya tersebut bisa membuat terjadinya gempa bumi. Kadang dapat terjadi gempa besar, kadang juga hanya gempa kecil saja. Tentunya kita tidak akan pernah lupa pada tahun 2004, pernah terjadi gempa besar di Aceh hingga air laut masuk ke daratan. Sehingga   orang-orang yang melihat peristiwa ini menyebutnya sebagai Tsunami.

Berikut ini akan saya perlihatkan tentang kengerian akibat dari serangan Tsunami yang terjadi baru-baru ini pada tahun 2012.

Sebenarnya seluruh permukaan bumi, demikian juga kepulauan Indonesia, terdiri atas daratan dan lautan. Dasar laut sendiri sebenarnya merupakan sambungan daratan. Adapun dasar laut dan daratan itu tidak sama tingginya. Perbedaan tegak lurus antara bagian tinggi dan bagian rendah pada permukaan bumi tertentu dinamakan sebagai relief. Dalam garis besarnya setiap daratan merupakan bagian yang tinggi, dan dasar laut merupakan bagian yang rendah. Selanjutnya setiap daratan dan dasar laut sendiri masih terbagi atas relief-relief lebih kecil. Istilah-istilahnya seperti ini : pegunungan tinggi, dataran tinggi, dataran rendah, lembah dan lainnya lagi menunjukkan relief itu. Read more…

Letak Geologi Indonesia

Selama sejarah pembentukan bumi pada jutaan tahun lamanya itu, kepulauan Indonesia sering mengalami perubahan bentuk. Bentuk sekarang ini terutama diakibatkan oleh kejadian-kejadian sejak 86.000.000 tahun yang lalu. Pada gambar peta 1 terlihat beberapa nama bagian permukaan bumi Indonesia. Selama 86 juta – 1 juta tahun yang lalu, dataran Indonesia Barat (dataran sunda) merupakan bagian benua Asia, dataran Indonesia Timur(dataran sahul) merupakan bagian benua Australia, dan diantara keduanya terletak di daerah Indonesia Tengah (daerah Wallacea).

Gambar peta 1. Daerah-daerah relief Indonesia (Hall, 2001 dalam Argapadmi, 2009)

Sejak waktu tersebut kedua dataran itu sudah lebih kokoh daripada daerah Indonesia Tengah, kecuali pinggiran barat dan selatan dataran Indonesia Barat serta pinggiran utara dataran Indonesia Timur. Daerah pinggiran ini memang masih terus-menerus mengalami pelipatan. Hasil pelipatan inilah yang menjadi barisan pegunungan Indonesia (busur Sunda) sebagai sambungan barisan pegunungan Alpine Himalaya dan busur Pasifik seperti yang terlihat pada gambar peta 1 dan 2. Read more…

HOLLOW EARTH

Saya selalu terpesona dengan teori-teori yang mengaku bahwa Bumi itu berlubang. Tidak peduli bahwa klaim-klaim ini bertentangan dengan bukti ilmiah. Kita sebelumnya juga mengetahui tentang massa bumi, terjadinya bumi , dan medan gravitasi. Namun sangat menyenangkan untuk dipikirkan kembali tentang teori yang menyatakan bahwa bumi itu berlubang. Bayangkan sebuah dunia di dalam dunia sedang menunggu kita untuk dieksplorasi. Kedengarannya hal itu sangat keren, bagaimana dengan anda?

Seperti teori yang pernah disebutkan diatas, dengan gagasan bahwa Bumi itu berlubang sebenarnya tidak mempunyai banyak bukti. Bagi kebanyakan orang, Bumi berongga mungkin kedengarannya sama dengan teori yang mengemukakan bahwa “Bumi itu datar” dan teori ini pernah dianggap sebagai daftar besar ide “gila” oleh para ilmuwan. Namun demikian, selama masih ada orang yang bisa duduk di sekitar api unggun lalu cerita-cerita dari dunia batin (akal yang terdalam) yang misterius. Maka peristiwa tersebut telah menjadi bagian dari warisan umat manusia yang perlu dipecahkan. Read more…

Categories: Jelajah Tags: , , ,

Journey to the center of the earth

Journey to the center of the earth, atau perjalanan ke pusat bumi  kedengarannya memang seperti judul sebuah film. Karna memang betul judul ini saya ambil dari sebuah film besuatan sutradara Eric Brevic yang dibintangi oleh actor kawakan Brendan Fraser yang bercerita tentang Trevor Anderson (Brendan Fraser),  Sean (Josh Hutcherson) dan seorang pemandu gua yang cantik bernama Hannah (digambarkan oleh Anita Briem), menyusuri dunia yang belum pernah ditemukan oleh orang sebelumnya. Trio penjelajah itu bertemu dengan makhluk-makhluk yang tidak terbayangkan, seperti makhluk tumbuhan pemakan daging, piranha terbang raksasa, burung bersinar, dan dinosaurus dari masa lalu. Dari penggambaran tentang makhluk-makhluk tersebut mungkin belum cukup menggambarkan khayalan dari dalam pusat bumi tersebut, yang menarik mungkin tentang teori dalam film tersebut yang mengatakan bahwa di dalam pusat bumi juga terdapat sebuah lautan, air terjun yang indah,  dan badai tropis seperti yang dapat kita temukan dipermukaan bumi. Sebenarnya lebih menarik bila kalian juga sudah menyaksikan film ini yang sudah diputar di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Namun yang menjadi pertanyaan kali ini apakah benar bahwa didalam bumi bisa kita jumpai keadaan yang sama dengan cerita tersebut. Alangkah baiknya kita telusuri keadaan pusat bumi dari segi ilmiah, tanpa mengurangi sisi menariknya seperti yang tergambar dalam film Journey to the center of the earth. 

Read more…

Categories: Jelajah Tags: , , ,