Home > Geologi Indonesia > Alasan sering terjadinya Gempa Bumi di Indonesia

Alasan sering terjadinya Gempa Bumi di Indonesia

Indonesia kembali dikejutkan oleh terjadinya gempa bumi Aceh pada 11 April 2012 lalu, yang dikawatirkan akan disusulnya tsunami seperti pada tahun 2004 silam. Karena gempa bumi yang terjadi pada hari Rabu itu berkekuatan cukup besar yaitu 8,5 SR. Banyak orang yang beranggapan bahwa sering terjadinya gempa di Aceh karena bentuk hukuman dari sang pencipta. Masyarakat Aceh tentunya tidak mau dikatakan demikian, karena mereka sendiri pada dasarnya masyarakat yang taat pada ajaran agama. Memang kondisi di Aceh kadang sering bergejolak karena masalah politik yang tak kunjung usai. Namun bukan berati semua warga disana sedang dikutuk oleh Tuhan dengan timbulnya berbagai bencana. Tentunya bila kita ketahui asal muasalnya memang tidak demikian. Karena peristiwa ini murni dari tumbukkan lempeng tektonik yang memang tidak dapat dihindari, dan merupakan sebagai proses secara alami. Seperti telah diketahui bahwa Bumi ini terdiri dari lempengan-lempengan dinamis yang selalu bergerak. Akibat gerakannya tersebut bisa membuat terjadinya gempa bumi. Kadang dapat terjadi gempa besar, kadang juga hanya gempa kecil saja. Tentunya kita tidak akan pernah lupa pada tahun 2004, pernah terjadi gempa besar di Aceh hingga air laut masuk ke daratan. Sehingga   orang-orang yang melihat peristiwa ini menyebutnya sebagai Tsunami.

Berikut ini akan saya perlihatkan tentang kengerian akibat dari serangan Tsunami yang terjadi baru-baru ini pada tahun 2012.

Sebenarnya seluruh permukaan bumi, demikian juga kepulauan Indonesia, terdiri atas daratan dan lautan. Dasar laut sendiri sebenarnya merupakan sambungan daratan. Adapun dasar laut dan daratan itu tidak sama tingginya. Perbedaan tegak lurus antara bagian tinggi dan bagian rendah pada permukaan bumi tertentu dinamakan sebagai relief. Dalam garis besarnya setiap daratan merupakan bagian yang tinggi, dan dasar laut merupakan bagian yang rendah. Selanjutnya setiap daratan dan dasar laut sendiri masih terbagi atas relief-relief lebih kecil. Istilah-istilahnya seperti ini : pegunungan tinggi, dataran tinggi, dataran rendah, lembah dan lainnya lagi menunjukkan relief itu.

Dengan mengabaikan pembagian atas dasar daratan dan lautan, maka kepulauan Indonesia termasuk dasar-dasar lautnya, dapat dibagi atas tiga daerah relief besar, yaitu : dataran Indonesia Barat, dataran Indonesia Timur dan daerah Indonesia Tengah.

Namun jika diteliti lebih lanjut, ternyata selain ketiga daerah relief besar tersebut diatas masih ada beberapa barisan pegunungan tinggi yang merupakan tulang punggung kepulauan Indonesia. Karena busur Indonesia merupakan bagian timur barisan Alpine Himalaya, busur Asia Timur dan busur Australia merupakan bagian barat busur Pasifik. Maka jelaslah bahwa kedua barisan pegunungan tinggi dunia itu bertemu dan berjalin di kepulauan Indonesia. Tidak ada satu negarapun di dunia yang letaknya sedemikian unik. Lihat gambar dibawah ini :

Ketiga busur pegunungan tinggi Indonesia itu masing-masing terdiri atas dua deretan.

1. Busur Indonesia.

     Panjangnya kira-kira 7000 km. Ia membujur dari bukit Barisan di Sumatera ke sepanjang pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan membelok ke utara sampai ke Pulau Seram dan Pulau Buru di kepulauan Maluku. Busur dalamnya merupakan punggung pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Alor, Solor, Wetar, kemudian melalui pulau Banda dan berakhir di Sapura dan Ambelau. Busur dalam itu bersifat vulkanik,  yaitu mempunyai gunung-gunung berapi.

Busur luarnya terputus-putus oleh laut. Pangkalnya di pulau Simeulue (Aceh) terus ke pulau Nias, kepulauan Mentawai, pulau Enggano, Sabu, Roti, Timor, Babar, Tanimbar, Kai (tempat kelahirannya John Kai🙂 ), Seram dan berakhir di Pulau Buru. Barisan luar tidak bersifat vulkanik.

2. Busur Indonesia Utara (busur Asia Timur)

     Di kepulauan Filipina busur Indonesia Utara itu bercabang dua. Barisan pertama membujur dari pulau Luzon ke pulau Palawan menuju kepulauan Sulu dan berakhir di Kalimantan  bagian utara. Baris kedua membujur dari pulau Luzon menuju pulau Samar, pulau Mindano, kepulauan Sangihe dan berakhir di pulau Sulawesi.

3. Busur Irian (busur Australia)

     Busur Irian atau bagian dari busur Australia juga pecah menjadi dua baris. Baris pertama mulai dari ekor Pulau Papua, melalui punggung Papua dan bertemu dengan ujung busur Indonesia. Baris kedua melalui pegunungan pantai utara Papua terus ke pulau Halmahera dan pulau-pulau sekitarnya. Ketika busur pegunungan tinggi Indonesia itu berjalin di kepulauan Banggai dan Sula di bagian tengah kepulauan Maluku.

Dengan melihat daerah-daerah busur Indonesia tersebut maka tidak dapat dipungkiri, bila Indonesia memang sering terjadi gempa bumi. Berhubung sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi baik waktu, tempat dan intensitas gempa di Indonesia, maka zona-zona yang masuk rawan gempa harus mendapat perhatian. Sejumlah wilayah di Indonesia berulang kali dilanda gempa bumi. Dalam retang waktu yang terbilang singkat gempa mengguncang Tasikmalaya, Yogyakarta, Padang, Nusa Tenggara Barat, Toli-toli, Sulawesi Tengah, dan Aceh. Indonesia sebagai Negara yang berpotensi Gempa & Tsunami di karenakan letak tanah kita yang berada di Ring of fire (lempeng tektonik). Akibat gempa tidak hanya merusakan bangunan, namun banyak menelan korban jiwa. Pada sejumlah daerah yang berpotensi gempa besar dan berlokasi di pinggir laut ancaman tsunami menjadi perhatian serius.

Bencana gempa bumi di Indonesia memang tidak dapat dihindari, tetapi bukan berarti kita sebagai umat manusia yang berkal tidak bisa mengurangi kerusakan akibat gempa tersebut. Berikut ada tiga pendekatan untuk mengantisipasi terjadinya gempa agar tidak menimbulkan dampak yang besar :

Pertama, pendekatan struktural yakni mengikuti kaidah-kaidah konstruksi yang benar dan memasukan parameter kegempaan dalam mendirikan bangunan (rumah tahan gempa), rumah jenis ini tidak identik mahal namun dibangun sederhana tapi memerhatikan parameter kegempaan.

Kedua, pendekatan nonstruktural dengan membuat peta rawan bencana gempa. Informasi potensi gempa ini dimasukan dalam perencanaan wilayah.

Ketiga, intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pemahaman dan pelatihan penyelamatan dampak gempa (baik secara langsung mapun jalur pendidikan).

     Manusia memang wajib berusaha dalam mengarungi setiap proses kehidupan, namun tidak lupa manusia juga  harus berdo’a agar selalu mendapat perlindungan dari sang pencipta.

  1. Teguh(24) ips 3
    19/06/2012 at 12:46 pm

    setelah saya membaca artikel yang ini memang, salah satunya juga faktor penyebab dari terjadinya gempa bumi dari manusia itu sendiri, tapi juga tidak bisa kesalahan ini mutlak dari manusia, pergeseran lempeng samudra antara asia dan australia juga merupakan faktor utama….dan indonesia kan juga dilewati Jalur Sirkum Medetarian dan pasifik
    jalur sirkum mediterania Indonesia membentang dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.
    jalur sirkum pasifik berawal dari dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan, lalu bersambung ke pegunugan Rocky di Amerika Utara, lalu ke Jepang, Filipina, sampai akhirnya sampai ke Indonesia melalui Sulawesi. Sirkum Pasifik juga bercabang ke Pulau Halmahera dan akhirnya sampai di Papua.

    dan itulah salah satu penyebab banyak gempa bumi di indonesia..yang salah satunya di aceh tahun 2006 lalu
    bagaimanaaaa pakkk……………

    MUHAMMAD TEGUH W (24)
    11 IPS 3

  2. Dicky Berliando
    19/06/2012 at 4:02 pm

    Dicky Berliando XI IPS 3 (16)

    tapi mengapa gempa bumi dan tsunami hanya terjadi di daerah tertentu saja, mengapa tidak terjadi d setiap tempat yang ada di bumi

  3. Tito Ahlul Sain
    19/06/2012 at 6:34 pm

    keunikan bumi indonesia yg sering terjadi gempa bumi…

  4. ANDY KUSWO (04)
    20/06/2012 at 11:20 am

    setelah saya membaca artikel ini dalam dalam,,,tidak disangkal bahwa di aceh sering terjadi gempa bumi dan tsunami, benar apa yang dikatakan teguh, di indonesia kan dilalui jalur sirkum mediterani dan pasifik, jalur itu kan merupakan rentetan pegunungan aktif yang menjulan dari papua sampai ujung sumatra, dan menjadikan indonesia sering mengalami gempa bumi….

    andy kuswo w (04)
    11 ips 3

  5. tjindra aji dwipurna
    20/06/2012 at 3:34 pm

    tidak aneh kalau indonesia sering terjadi gempa,ini dikarenakan indonesia diapit oleh dua lempeng
    sehingga sering terjadi pergeseran yang menyebabkan gempa bumi juga memicu terjadinya tsunami
    (tjindra aji dwipurna 11 ips 1)

  6. sofi
    10/01/2013 at 7:59 pm

    Videonya bagus

  7. Ace Ace Aje
    11/07/2013 at 9:57 am

    tsunami dan gempa yg itu karena torpedo dan rudal bawah laut asing yang ditembakkan ke bawah tanah melalui laut untuk unjuk kekuatan sekaligus merusak bumi indonesia yang kaya SDA. coba tonton film-film produksi ASU eh USA yang notabene adlah bentuk propaganda Amerika.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: