Fragmen Bumi

Umur Kulit Bumi

Pada tulisan sebelumnya saya pernah menyinggung tentang teori HOLLOW EARTH. Teori ini pernah disampaikan oleh para ilmuwan eropa terdahulu, yang menyatakan bahwa bumi memiliki lubang yang dalam pada kedua kutubnya dan dapat dijumpai kehidupan lain didalamnya. Tetapi sampai saat ini pun para ilmuwan masih berimajinasi tentang hal tersebut, dan sebagian dari mereka akan berusaha menemukan dan membuktikan kebenaran dari teori ini. Seperti halnya para ilmuwan yang sedang berpikir keras tentang hollow earth theory, pada kesempatan kali ini marilah kita berpikir sejenak dan mencari tahu yang sebenarnya. Bagaimana keadaan kulit bumi/ lapisan bumi tersebut hingga bisa dikatakan mempunyai lubang yang dalam pada kedua kutubnya. Sehingga kitapun sebenarnya dapat berimajinasi pula, kira-kira dimanakah letak lubang bumi yang dapat menghantarkan kita ke tempat terdapatnya kehidupan baru ini. Apakah benar terletak dikutub-kutub bumi? seperti yang pernah diceritakan Marshall B. Gardner’s dalam bukunya yang berjudul “A Journey to the Earth’s Interior” dari tahun 1920. Untuk itu sebelumnya kita juga harus mengetahui gambaran atau umur bumi, supaya dapat mengetahui asal-usulnya.

Dalam usaha para ilmuwan mencoba menentukan umur lapisan-lapisan batuan ataupun umur kulit bumi, biasanya digunakan dua macam istilah, yaitu :

  1. Umur relatif (umur nisbi). Umur ini bukanlah untuk menyatakan beberapa tahun umur sesuatu lapisan batuan, melainkan hanyalah untuk menunjukkan mana yang lebih muda, dan mana yang lebih tua diantara lapisan-lapisan. Intinya umur relatif, meyatakan perbandingan umur lapisan-lapisan (bhs. Inggris : to relate = menunjukkan hubungan diantara dua benda atau hal).
  2. Umur absolut (umur mutlak). Umur inilah yang menyatakan beberapa tahun umur lapisan-lapisan itu sesungguhnya.

Selebihnya saya akan membahasnya lebih dalam tentang kedua umur bumi tersebut.

1. UMUR RELATIF (UMUR NISBI) KULIT BUMI.

Pada mulanya lapisan-lapisan batuan sedimen terletak mendatar (horizontal). Dalam hal ini umurnya relatif mudah ditentukan. Lapisan teratas ialah lapisan termuda, lapisan yang dibawahnya termasuk lapisan yang lebih tua, demikian berturut-turut hingga lapisan yang terbawah yaitu lapisan tertua. Tetapi biasanya letak lapisan-lapisan itu tidak teratur lagi karena akibat gangguan-gangguan gaya tektonik ataupun dislokasi. Sehingga seringkali lapisan-lapisan yang tua muncul pada permukaan bumi, sedangkan yang lebih muda terletak dibawahnya. Dalam hal ini seperti inilah umur relatif lapisan-lapisan itu ditentukan dengan pertolongan fosil-fosil. Fosil ialah sisa tumbuhan ataupun binatang dari zaman dulu/ purba yang telah membatu dan terdapat pada lapisan-lapisan batuan. Lapisan sedimen (batuan) yang lebih tua, mempunyai fosil tumbuh-tumbuhan atau binatang yang lebih primitif (sederhana), sedangkan lapisan yang lebih muda mempunyai fosil yang lebih modern (sempurna). Berkat perbedaan-perbedaan sifat fosil-fosil pada masing-masing lapisan itu, maka umur relatif lapisan-lapisan itupun dapat ditentukan. Maka dari itu keadaan tersebut dapat dinamai dengan fosil petunjuk atau fosil indeks.

2. UMUR ABSOLUT (UMUR MUTLAK) KULIT BUMI

Metode dalam mengetahui umur absolut kulit bumi salah satunya dengan metode timah hitam. Dari 1 kg uranium biasanya terjadi o,oooooo1 gram timah hitam (plumbum) didalam setahun. Peristiwa ini berlangsung sangat beraturan, dan tidak peduli bagaimanapun juga terjadi perubahan temperatur atupun tekanan yang dapat dialami. Intinya tidak ada sesuatu hal yang dapat mempercepat ataupun memperlambat proses (peristiwa) tersebut. Sehingga peristiwa yang demikian, dianggap berlangsung sejak mulai terbentuknya bandingan jumlah uranium itu. Maka dengan mengetahui perbandingan jumlah uranium dan timah hitam yang terdapat dalam batuan itu, maka dapatlah dihitung umur batuan tersebut. Dengan mengetahui umur absolut lapisan-lapisan, maka umur relatifnyapun dapat juga diketahui dengan lebih tepat. Melihat umur bumi kita yang dapat diperkirakan berusia ±3.500 juta tahun, pastilah orang dapat berpikir tentang keadaan bumi sekarang ini.

Catatan : Uranium adalah salah satu unsur radioaktif. Ia disebut radioaktif karena memancarkan sinar terutama sinar alfa (inti helium). Sinar ini terpancar dari uranium secara terus menerus dan secara spontan (dengan sendirinya).

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: