Alasan sering terjadinya Gempa Bumi di Indonesia

14/04/2012 7 comments

Indonesia kembali dikejutkan oleh terjadinya gempa bumi Aceh pada 11 April 2012 lalu, yang dikawatirkan akan disusulnya tsunami seperti pada tahun 2004 silam. Karena gempa bumi yang terjadi pada hari Rabu itu berkekuatan cukup besar yaitu 8,5 SR. Banyak orang yang beranggapan bahwa sering terjadinya gempa di Aceh karena bentuk hukuman dari sang pencipta. Masyarakat Aceh tentunya tidak mau dikatakan demikian, karena mereka sendiri pada dasarnya masyarakat yang taat pada ajaran agama. Memang kondisi di Aceh kadang sering bergejolak karena masalah politik yang tak kunjung usai. Namun bukan berati semua warga disana sedang dikutuk oleh Tuhan dengan timbulnya berbagai bencana. Tentunya bila kita ketahui asal muasalnya memang tidak demikian. Karena peristiwa ini murni dari tumbukkan lempeng tektonik yang memang tidak dapat dihindari, dan merupakan sebagai proses secara alami. Seperti telah diketahui bahwa Bumi ini terdiri dari lempengan-lempengan dinamis yang selalu bergerak. Akibat gerakannya tersebut bisa membuat terjadinya gempa bumi. Kadang dapat terjadi gempa besar, kadang juga hanya gempa kecil saja. Tentunya kita tidak akan pernah lupa pada tahun 2004, pernah terjadi gempa besar di Aceh hingga air laut masuk ke daratan. Sehingga   orang-orang yang melihat peristiwa ini menyebutnya sebagai Tsunami.

Berikut ini akan saya perlihatkan tentang kengerian akibat dari serangan Tsunami yang terjadi baru-baru ini pada tahun 2012.

Sebenarnya seluruh permukaan bumi, demikian juga kepulauan Indonesia, terdiri atas daratan dan lautan. Dasar laut sendiri sebenarnya merupakan sambungan daratan. Adapun dasar laut dan daratan itu tidak sama tingginya. Perbedaan tegak lurus antara bagian tinggi dan bagian rendah pada permukaan bumi tertentu dinamakan sebagai relief. Dalam garis besarnya setiap daratan merupakan bagian yang tinggi, dan dasar laut merupakan bagian yang rendah. Selanjutnya setiap daratan dan dasar laut sendiri masih terbagi atas relief-relief lebih kecil. Istilah-istilahnya seperti ini : pegunungan tinggi, dataran tinggi, dataran rendah, lembah dan lainnya lagi menunjukkan relief itu. Read more…

Advertisements

Letak Geologi Indonesia

Selama sejarah pembentukan bumi pada jutaan tahun lamanya itu, kepulauan Indonesia sering mengalami perubahan bentuk. Bentuk sekarang ini terutama diakibatkan oleh kejadian-kejadian sejak 86.000.000 tahun yang lalu. Pada gambar peta 1 terlihat beberapa nama bagian permukaan bumi Indonesia. Selama 86 juta – 1 juta tahun yang lalu, dataran Indonesia Barat (dataran sunda) merupakan bagian benua Asia, dataran Indonesia Timur(dataran sahul) merupakan bagian benua Australia, dan diantara keduanya terletak di daerah Indonesia Tengah (daerah Wallacea).

Gambar peta 1. Daerah-daerah relief Indonesia (Hall, 2001 dalam Argapadmi, 2009)

Sejak waktu tersebut kedua dataran itu sudah lebih kokoh daripada daerah Indonesia Tengah, kecuali pinggiran barat dan selatan dataran Indonesia Barat serta pinggiran utara dataran Indonesia Timur. Daerah pinggiran ini memang masih terus-menerus mengalami pelipatan. Hasil pelipatan inilah yang menjadi barisan pegunungan Indonesia (busur Sunda) sebagai sambungan barisan pegunungan Alpine Himalaya dan busur Pasifik seperti yang terlihat pada gambar peta 1 dan 2. Read more…

HOLLOW EARTH

Saya selalu terpesona dengan teori-teori yang mengaku bahwa Bumi itu berlubang. Tidak peduli bahwa klaim-klaim ini bertentangan dengan bukti ilmiah. Kita sebelumnya juga mengetahui tentang massa bumi, terjadinya bumi , dan medan gravitasi. Namun sangat menyenangkan untuk dipikirkan kembali tentang teori yang menyatakan bahwa bumi itu berlubang. Bayangkan sebuah dunia di dalam dunia sedang menunggu kita untuk dieksplorasi. Kedengarannya hal itu sangat keren, bagaimana dengan anda?

Seperti teori yang pernah disebutkan diatas, dengan gagasan bahwa Bumi itu berlubang sebenarnya tidak mempunyai banyak bukti. Bagi kebanyakan orang, Bumi berongga mungkin kedengarannya sama dengan teori yang mengemukakan bahwa “Bumi itu datar” dan teori ini pernah dianggap sebagai daftar besar ide “gila” oleh para ilmuwan. Namun demikian, selama masih ada orang yang bisa duduk di sekitar api unggun lalu cerita-cerita dari dunia batin (akal yang terdalam) yang misterius. Maka peristiwa tersebut telah menjadi bagian dari warisan umat manusia yang perlu dipecahkan. Read more…

Categories: Jelajah Tags: , , ,

Journey to the center of the earth

Journey to the center of the earth, atau perjalanan ke pusat bumi  kedengarannya memang seperti judul sebuah film. Karna memang betul judul ini saya ambil dari sebuah film besuatan sutradara Eric Brevic yang dibintangi oleh actor kawakan Brendan Fraser yang bercerita tentang Trevor Anderson (Brendan Fraser),  Sean (Josh Hutcherson) dan seorang pemandu gua yang cantik bernama Hannah (digambarkan oleh Anita Briem), menyusuri dunia yang belum pernah ditemukan oleh orang sebelumnya. Trio penjelajah itu bertemu dengan makhluk-makhluk yang tidak terbayangkan, seperti makhluk tumbuhan pemakan daging, piranha terbang raksasa, burung bersinar, dan dinosaurus dari masa lalu. Dari penggambaran tentang makhluk-makhluk tersebut mungkin belum cukup menggambarkan khayalan dari dalam pusat bumi tersebut, yang menarik mungkin tentang teori dalam film tersebut yang mengatakan bahwa di dalam pusat bumi juga terdapat sebuah lautan, air terjun yang indah,  dan badai tropis seperti yang dapat kita temukan dipermukaan bumi. Sebenarnya lebih menarik bila kalian juga sudah menyaksikan film ini yang sudah diputar di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Namun yang menjadi pertanyaan kali ini apakah benar bahwa didalam bumi bisa kita jumpai keadaan yang sama dengan cerita tersebut. Alangkah baiknya kita telusuri keadaan pusat bumi dari segi ilmiah, tanpa mengurangi sisi menariknya seperti yang tergambar dalam film Journey to the center of the earth. 

Read more…

Categories: Jelajah Tags: , , ,